Rangkuman Sistem Digital
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rangkuman Praktikum Sistem Digital
backlink: Link UNIVERSITAS dan Link FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
MODUL 1
Modul pertama mengajari mahasiswa untuk memahami, mmperkenalkan, dan mengetahui beberapa gerbang logika dasar pada suatu sistem digital serta cara penggunaan Digital works dan pembuatan rangkaian didalmnya.
Tampilan Digital Works
Contoh Beberapa gerbang logika dasar
1. Gerbang AND
2. Gerbang OR
3. Gerbang NOT (Inverter)
4. Gerbang NAND (NOT AND)
5. Gerbang NOR (NOT OR)
6. Gerbang XOR (Exclusive OR)
7. Gerbang X-NOR (Exclusive NOR)
Contoh rangkaian yang bisa dibuat menggunakan digital works
AND | INPUT | OUTPUT X | |
A | B | ||
0 | 0 | 0 | |
0 | 1 | 0 | |
1 | 0 | 0 | |
1 | 1 | 1 | |
OR | 0 | 0 | 0 |
0 | 1 | 1 | |
1 | 0 | 1 | |
1 | 1 | 1 | |
NOT | 0 | 1 | |
1 | 0 | ||
NAND | 0 | 0 | 1 |
0 | 1 | 1 | |
1 | 0 | 1 | |
1 | 1 | 0 | |
NOR | 0 | 0 | 1 |
0 | 1 | 0 | |
1 | 0 | 0 | |
1 | 1 | 0 | |
XOR | 0 | 0 | 0 |
0 | 1 | 1 | |
1 | 0 | 1 | |
1 | 1 | 0 | |
XNOR | 0 | 0 | 1 |
0 | 1 | 0 | |
1 | 0 | 0 | |
1 | 1 | 1 | |
1.1.Aljabar Boolean
ljabar Boolean memuat variable dan simbul operasi untuk gerbang logika. Simbol yang digunakan pada aljabar Boolean adalah: (.) untuk AND, (#) untuk OR, dan (“) untuk NOT. Rangkaian logika merupakan gabungan beberapa gerbang, untuk mempermudah. penyeleseian perhitungan secara aljabar dan pengisian tabel kebenaran digunakan sifat-sifat aljabar Boolean.
Dalam aljabar boolean digunakan 2 konstanta yaitu logika 0 dan logika 1. Etika logika tersebut diimplementasikan kedalam rangkaian logika maka-.logika tersebut akan bertaraf sebuah tegangan. Kalau logika O bertaraf tegangan rendah (aktive low) sedangkan kalau logika 1 bertaraf tegangan tinggi (aktive high). Pada teori — teori aljabar boolean ini berdasarkan aturan — aturan dasar hubungan antara variabel — variabel Boolean.
Ø Dalil-dalil Boolean (Boolean postulates)
ü P1: X = 0 atau X = 1
ü P2: 0 . 0 = 0
ü P3: 1 + 1 = 1
ü P4: 0 + 0 = 0
ü P5: 1 . 1 = 1
ü P6: 1 . 0 = 0 . 1 = 0
ü P7: 1 + 0 = 0 + 1 = 1
Ø Theorema Aljabar Boolean
ü T1: Commutative Law
o A + B = B + A
o A. B + B . A
ü T2: Associative Law
o (A + B) + C = A + (B + C)
o (B . C) . C = (A + B) . (A + C)
ü T3: Distributive Law
o A . (B + C) = A . B + A . C
o A + (B . C) = (A + B) . (A + C)
ü T4: Identity Law
o A + A = A
o A . A = A
ü T5: Negation Law
o (A’) = A’
o (A’)’ = A
ü T6: Redundant Law
o A + A . B = A
o A. (A + B) = A
ü T7: 0 + A = A
A . A = A
1 + A = 1
0 . A = 0
ü T8: A’ + A = 1
A’ . A = 0
ü T9: A + A’ . B = A + BA . (A’ + B) = A . B
ü T10: De Morgan’s Theorem
o (A + B)’ + A’ . B’
o (A .B )’ = A’ + B’
K- Map
Peta Karnaugh (Karnaugh. Map,.K-map) dapat digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika -yang menggunakan paling banyak enam variable. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan persamaan logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam: variable disarankan menggunakan program computer. Peta merupakan gambar suatu daerah. Peta Karnaugh menggambarkan daerah logika yang telah di jabarkan pada table kebenaran. Penggambaran “daerah pada peta karnaugh harus mencakup semuah logika. Daerah pada Peta Karnaugh dapat tamping tindih antara satu
kombinasi variable dengan kombinasi variable yang lain.
K- Map 2 Variabel
variabel yang digunakan yaitu 3. Misalnya variabel A, B dan C.
Desain pemetaan K-Map 3 variabel dapat dibentuk dengan 4 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis hanya menggunakan desain
Pada KMap 4 variabel
variabel yang digunakan. Misalnya variabel A, B, C dan D, Desain pemetaan K-Map 4 variabel dapat dibentuk dengan 2 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis hanya menggunakan desain pemetaan Model 2 seperti berikut :
Dari gambar terlihat bahwa dengan membuat rangkaian menjadi berbentuk NOR saja kita tetap hanya membutuhkan dua buah IC saja yang terpakai semuanya (tidak mubazir atau terbuang)
MODUL 4
Pada modul kali ini kita akan membahas tentang Aritmatika digital, penjelasan, contoh dan pembuatannya.
Adder
Rangkaian adder (penjumblahan) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk menjumblahkna dua buah nagka (dalam system bilangan biner). Semetara itu di dalam computer rankaian adder terdapat pada microprocessor dalam blok ALU (Arimethic Logic Unit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder adalah :
· Sistem Bilangan Biner (Memiliki base/radix 2)
· Sistem Bilangan Oktal (Memiliki base/radix 8)
· Sistem Bilangan Desimal (Memiliki base/radix 10)
· Sistem Bilangan Hexadecimal (Memiliki base/radix 16)
Namun, diantara ketiga system tersebut yang paling mendasar adalah system bilangan biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negative, maka digunakanlah system bilangan complement. BCD (Binary-coded decimal).
Half adder
Half adder adalah suatu rangkaian penjumlah system bilanganbiner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakanuntuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit saja.Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran yaituSummary out (Sum) dan Carry out (Carry).
Rangkaian ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner. yang masing-masing hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1. Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.
2. Jika A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
3. Jika A=l dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) =1.
4. Jika A=l dan B=l dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. Dengan nilai pindahan Cout (Carry Out) = 1.
Dengan demikian, half adder memiliki dua masukan (A dan B), dan dua keluaran (S dan Cout).
Full adder
Rangkaian Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half- Adder, tetapi mampu menampung bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3: A, B dan Cin, sementara bagian output ada 2: Sum dan Cout. Cin ini dipakai untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya. Berikut merupakan simbol dari Full Adder.
Rangkain Full adder dapat dibuat dengan menggabung 2 buah half adder. Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumblahan sampai 1 bit, dapat menggunakan rangkaian parallel adder yaitu gabungan dari beberapa Full adder.
Substractor
Merupakan suatu rangkaian pengurangan 2 buah bilangan biner jenis-jenis rangkain substractor yaitu:
a. Half Substractor
Rangkaian half subtractor adalah rangkaian Subtractor yang paling sederhana. Pada dasarnya rangkaian half subtractor adalah rangkaian half Adder yang dimodifikasi dengan menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out(Bo). Rumus dasar pengurangan pada biner yaitu :
1. 0 - 0 = 0 Borrow 0
2. 0 - 1 = 1 Borrow 1
3. 1 - 0 = 1 Borrow 0
4. 1 – 1 = 0 Borrow 0
b. Full Substractor
Pada Rangkaian full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow In(Bin) sebelumnya dan pin Bin di hubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya begitu seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input dan 2 output.
Berikut merupakan symbol dari Full Subtractor
Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumblahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumblahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan ranngkaian parallel substractor yaitu gabungan dari beberapa Full Substractor.
MODUL 5
Untuk Modul yang satu ini mahasiswa akan mengerjakan beberapa soal mengenai Enkoder dan Dekoder, membuat rangkaiannya, menjalankan serta mengamati dan mencatat akan apa yang tterjadi dengan rangkaian tersebut.
Enkoder : adalah rangkaian yang memiliki fungsi berkebalikan dengan
dekoder. Encoder berfungsi sebagai rangakain untuk mengkodekan data
input mejadi data bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam
rangkaian digital adalah rangkaian kombinasi gerbang digital yang memiliki
input banyak dalam bentuk line input dan memiliki output sedikit dalam
format bilangan biner. Encoder akan mengkodekan setiap jalur input yang
aktif menjadi kode bilangan biner.
Dekoder : adalah alat yang di gunakan untuk dapat mengembalikan proses
encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya.
Fungsi Decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven
segmen. Itu lah sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan
cepat menyalakan seven segmen. Output dari decoder maksimum adalah 2n.
ENKODER
Rangkailah gerbang logika encoder 4 – 2 berikut ini:
Jalankan, amati, dan catat apa yang terjadi
INPUT | Y1 | Y2 |
0 | 0 | 1 |
1 | 1 | 0 |
2 | 0 | 0 |
3 | 1 | 1 |
DEKODER
Rangkailah gerbang logika decoder 2 – 4 berikut ini:
Jalankan, amati, dan catat apa yang terjadi
A | B | Y1 | Y2 | Y3 | Y4 |
0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 |
0 | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 |
1 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 |
1 | 1 | 0 | 0 | 0 | 1 |
MODUL 6
Untuk Modul yang satu ini mahasiswa akan mengerjakan beberapa soal mengenai Multiplekser dan Demultiplekser, membuat rangkaiannya, menjalankan serta mengamati dan mencatat akan apa yang tterjadi dengan rangkaian tersebut.
Multiplexser : adalah rangkaian logika yang menerima beberapa inputan data digital dan menyeleksi salah satu dari inputan tersebut pada saat tertentu untuk di keluarkan pada output
Demultiplexser : adalah Sebuah rangkaian logika yang menerima satu inputan data dan mendistribusikan input tersebut ke beberapa output yang tersedia.
MUTLIPLEKSER
Rangkailah gerbang logika Multiplekser 4 – 2 berikut ini:
Jalankan, amati, dan catat apa yang terjadi
Rangkailah gerbang logika Demultiplekser 2 – 4 berikut ini:
Jalankan, amati, dan catat apa yang terjadi- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya































Komentar
Posting Komentar